Lagu anak PAUD TK, Lagu pembelajaran PAUD

Minggu, 24 Juli 2016

CARA MENGAJARKAN ANAK PAUD MENYANYI YANG BENAR

Cara Menyanyi anak, anak paud, guru mengajar menyanyi, nyanyian anak
AUD Belajar Menyanyi
PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda dan pendidik PAUD sekalian, dalam salah satu aspek pengembangan seni di TK/PAUD, kegiatan seni suara atau menyanyi untuk anak PAUD sangatlah penting. Sehari-hari kita tentunya sering mendengar anak-anak kita menyanyi, kebanyakan anak yang menyanyi terdengar mereka menyanyi dengan cara mereka sendiri, ada yang salah atau anak bernyanyi hanya dalam satu nada-monoton? Anak menyanyi tidak terdengar naik-turun melodi lagunya, yang terdengar ditelinga kita hanyalah melodi 'datar' yang menonton. Atau anak yang bernyanyi di luar melodi lagu yang seharusnya, yang biasanya diistilahkan dengan bernyanyi dengan nada sumbang atau 'blero'? keadaan ini terjadi karena anak tersebut tidak menyadari kemampuan mekanisme bernyanyi (vokal)-nya. Atau anak PAUD belum menyadari bahwa bernyanyi merupakan salah satu kombinasi perubahan-perubahan pada pitch dan ritmik. Antara anak yang satu dengan anak yang lain memiliki kepekaan yang berbeda akan pitch. Anak yang memiliki kepekaan kecendrungan dapat bernyanyi tanpa beban. Namun beberapa anak mungkin memerlukan latihan sedikit lebih keras dalam memfokuskan perhatiannya pada tingkat-tingkat pitch dan perubahannya sebelum mereka mempelajari melodinya secara utuh.

Sebagai pendidik dan guru yang akan mengembangkan bakat dan potensi anak, tentunya kita perlu melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap kemampuan anak dalam hal menyanyi tersebut. Karena itu ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan, yang pertama Untuk membantu anak agar dapat membedakan pitch nada dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya adalah:

  1. Menirukan model (Guru pendidik/rekaman)
  2. Membedakan pitch yang beragam
  3. Bernyanyi bersahutan
  4. Memanfaatkan alat musik
  5. Wilayah suara anak usia TK berkisar antara not e hingga d', atau 4 (empat) atau (lima) nada di sekitar not f dan not g.
Warna suara anak PAUD biasanya bisa tinggi, ringan, dan melengking mirip suara seruling. Karena itu karakter suara ini harus disesuaikan dengan lagu-lagu anak. Artinya pilihlah lagu dengan wilayah nadanya sesuai dengan wilayah suara anak, hindarkan dari lagu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk dinyanyikan anak. Selain itu, guru perlu mendorong semangat dan perasaan yang diekspresikan dalam nyanyian anak-anak PAUD kita.

Anak tidak dapat dipaksa untuk tertarik atau berminat dalam kegiatan bernyanyi pada waktu tertentu. Untuk mengatasi hal ini anda dapat menggunakan teknik merangsang untuk memotivasi anak agar tertarik ikut menyanyi. Misalnya Pendidik dapat memperdengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh artis cilik yang menjadi idola mereka.

Kepada Anak Usia dini hendaknya kita ajarkan Lagu anak-anak tertentunya. lagu untuk anak-anak harusnya berbeda dengan lagu orang dewasa, sesuai dengan usia dan perkembangan anak, lagu anak ini memiliki karakterisitik tersendiri seperti berikut ini :

  1. Memiliki pola-pola melodi yang sederhana
  2. Memiliki keutuhan dan kelengkapan sehingga membuat lagu tersebut terasa enak dinyanyikan
  3. Wilayah nada melodinya mudah dinyanyikan anak.
  4. Memiliki pola ritmik yang menarik namun tidak sulit untuk dinyanyikan.
  5. Biasanya judul lagu sederhana, menarik seperti "Balonku", "Cicak", "Adikku", dan sebagainya.
  6. Memiliki muatan nilai-nilai moral dan nilai pendidikan yang baik untuk anak usia dini

Sebaiknya juga lagu-lagu yang diberikan kepada anak adalah lagu yang memiliki keriteria sebagai berikut :

  1. Melodi yang dinyanyikan mudah diingat dan cukup menarik untuk dinyanyikan tanpa teks lagu.
  2. Ritmik lagu mampu membangkitkan suatu respons ritmis pada anak
  3. Teks lagu sesuai dengan pola ritmik dan garis musiknya, dan dunia anak.
  4. Teks lagu memungkinkan bisa saja hambar, pengulangan, halus, atau kepahlawanan, tetapi merupakan nasihat atau ditulis untuk tujuan mendidik
  5. Melodinya dapat dinyanyikan dengan tepat oleh anak-anak dalam wilayah suara mereka. 

Demikian bunda sekalian tentang cara mengajarkan anak PAUD menyanyi yang baik benar, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah menjadi pengunjung setia di blog PAUD-Anak Bermain Belajar ini.
Share:

Jumat, 01 Juli 2016

TERNYATA MENDONGENG ITU SEDERHANA TAPI MANFAATNYA LUAR BIASA

PAUD-Anakbermainbelajar--Bunda/pendidik-Guru TK-PAUD sekalian, jangan pernah bosan-bosannya mendongeng/bercerita untuk anak di lembaga PAUD Kita. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan, baik terintergrasi dalam program pembelajaran maupun disaat-saat santai ketika anak sedang menikmati waktu istirahatnya.

Tahukah bunda-Ternyata  Mendongeng 20 menit untuk anak usia 2-6 tahun sama dgn anak belajar selama seminggu, dengan penanaman nilai-nilai budi pekerti yang baik, dan membentuk karakter anak yang mandiri dan kreativ.

Apakah mendongeng/bercerita itu sulit ?

Mengdongeng dan bercerita tidaklah sesulit yang kita pikirkan jika kita ingin melakukannya dengan sederhana, artinya kita tidaklah perlu untuk mendongeng dengan hebat dan menjadi seperti pendongeng-pendongeng yang sudah terkenal itu. Cukuplah dengan mendongeng hingga membuat anak tetarik dan memperhatikan dongeng kita dan anak memahami nilai dan jalannya cerita tersebut. 

Berikut ini penulis uraikan ringkasan tentang teori atau cara bercerita yang dapat dilakukan dengan mudah di lembaga-lembaga PAUD kita.

Metode Bercerita

Kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan suatu pesan, informasi atau sebuah dongeng belaka, yang bisa dilakukan secara lisan atau tertulis.

Cara penuturan cerita tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau tanpa alat peraga.

Tujuan Metode Bercerita
  1. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak; menyimak (listening), berbicara (speaking), menambah kosakata.
  2. Mengembangka kemampuan berpikir anak
  3. Menanamkan pesan-pesan moral
  4. Mengembangkan kepekaan sosial-emosional anak
  5. Melatih daya inga/memori anak
  6. Mengembangkan potensi kreatif anak

Bentuk-bentuk Metode Bercerita

1. Bercerita tanpa alat peraga.
Guru dapat mendongeng atau bercerita tanpa menggunakan alat atau media yang diperagakannya, ini hanya menggunakan media verbal seperti kita mengajar sehari-hari.

2. Bercerita dengan alat peraga.
Bercerita dengan alat peraga terdiri dari 3 cara yaitu;

1. Bercerita dengan alat peraga langsung
Menggunakan alat peraga asli : benda mati/hidup seperti alat rumah tangga, tanaman, binatang dll.

2. Bercerita dengan alat peraga tidak langsung
Menggunakan alat peraga buka asli/tiruan : terbuat dari kertas, kayu atau plastik seperti binatang tiruan, buah tiruan, orang tiruan.

Bentuk bercerita dengan alat peraga tidak langsung;
  • Bercerita dengan menggunakan gambar
  • Bercerita dengan menggunakan buku cerita
  • Bercerita dengan menggunakan papan flanel
  • Bercerita dengan menggunakan boneka
  • Bercerita dengan menggunakan OHP dan plastik transparan
  • Bercerita dengan Proyektor/tayangan LCD

3. Bercerita dengan memvariasikan alat peraga langsung dan tidak langsung.
Kegiatan ini menggabungan dan memvariasikan alat peraga langsung dan tidak langsung dalam kegiatan mendongeng-bercerita.

Mendongeng/Bercerita dengan alat peraga


Cara Mendongeng atau bercerita dengan alat Peraga :
Berikut ini ringkasan cara mendongeng atau bercerita dengan alat peraga yang baik dan benar :

1. READ A STORY - READ ALOUD STORY
  • Bacalah terlebih dahulu sebelum dibacakan didepan anak-anak
  • pastikan tempat duduk didepan agar dapat dilihat dari berbagai arah
  • Sampaikan tata tertib selama mendengar cerita
  • jangan terpaku pada buku perhatikan juga reaksi anak-anak  pada saat membacakan buku
  • Sebutkan identitas buku, seperti judul dan pengarang supaya anak-anak belajar menghargai karya orang lain
  • Pegang buku disamping kiri bahu, bersikap tegak lurus ke depan
  • bacalah dengan lambat dengan kualitas tutur yang lebih dramatis daripada penuturan biasanya
  • Saat tangan kanan menunjuk gambar, arah pehatian disesuaikan dengan urutan cerita
  • Tetaplah bercerita pada saat tangan membuka halaman berikutnya
  • pada bagian-bagian tertentu, berhentilah sejenak untuk memberikan komentar, atau untuk memberikan kesempatan anak berkomentar
  • perhatikan semua anak dan berusahalah untuk menjalin kontak mata dengan mereka, cek apakah mereka masih berminat menyimak cerita atau sudah mulai menujukkan kebosanan
  • sering-seringlah berhenti untuk menunjukkan gambar-gambar dalam buku pada anak, dan pastikan semua anak dapat melihat gambar tersebut
  • Pastikan semua jari selalu dalam posisi siap untuk membuka halaman selanjutnya
  • lakukan pembacaan sesuai rentang atensi anak. Jangan bercerita lebih dari 10 menit
  • libatkan anak dalam cerita supaya terjalin komunikasi multiarah.

2. BONEKA (Boneka gagang, tempel, gantung dan tangan)
  • Jarak boneka tidak terlalu dekat dengan mulut pencerita
  • Maksimalkan latar pada bgian depan dan belakang, bagian depan depan diisi dengan hiasan kecil yang menyerupai wujud asli, seperti rumput, bunga-bunga kecil dan bagian belakang diisi dengan gambar-gambaryang relatif permanen seperti gunung rumah-rumahan, gedung, gua, sawah atau hutan. Dapat dilengkapi pula dengan hiasan hidup seperti daun dan ranting
  • Tutup bagian depan dan bawah dengan kain, kayu atau gambar bagian depan bawah berfungsi sebagai penutup gerak pencerita sehingga perhatian anak dapat tertuju sepenuhnya pada panggung dan boneka.
  • Jika memungkinkan, sediakan peralatan tambahan seperti tape recorder. Jika memungkinkan pula, hadirkan musik pengiring lagu   yang dapat dimanfaatkan ketika tokoh menyanyikan lagu bersama anak.
  • Sandiwara boneka dangan panggung memerlukan dua orang. Satu sebagai pencerita utama, satu sebagai pencerita pendukung yang merangkap sebagi operator musik
  • Manfaatkan musik pengiring dan penegas (disamping musik pembuka dan penutup) untuk menghidupkan latar cerita, sekaligus sebagai pembangkit suasana dramatik
3. PERAGA GAMBAR (gambar seri, lepas, gambar planel)
  • Pilihlah gambar yang bagus sesuai isi cerita berukuran agak besar, dicetak dalam kertas relatif tebal, memiliki tata warna yang indah dan menarik,
  • Urutkan gambar terlebih dahulu, kuasai dengan baik detail cerita yang dikandungi oleh gambar dalam setiap lembarnya
  • Perlihatkan gambar pada anak secara merata sambil terus bercerita, gambar harus selalu menghadap anak.
  • Sinkronkan cerita dengan gambar, hati-hati jangan salah mengambil gambar
  • Gambar dalam posisi kiri atau di dada, dan tidak menutup wajah guru
  • Jika perlu gunakan telunjuk untuk menunjukkan objek tertentu dalam gambar demi kejelasan seperti menunjuk gambar binatang, pohon, atau benda lain.
  • Sambil bercerita, perhatikanlah reaksi anak, amati apakah mereka memperhatikan gambar atau tidak.
  • 4. MENDONGENG DENGAN PAPAN PLANEL
  • Siapkan gambar sesuai dengan cerita. Buatlah gambar semenarik mungkin
  • Tempelkan gambar tersebut pada papn planel tepat ditengah anak, agar terlihat semua anak
  • Siapkan alat penunjuk gambar, dan manfaatkan sebagai pemandu cerita
  • Setiap mulai bercerita, jangan salah menyebutkan nama tokoh dan menunjukkannya pada gambar
  • Setelah digunakan, gambar yang telah diceritakan segera dilipat ke belakang atau ditumpuk dengan rapi
  • Sesekali adakan dialog dengan anak-anak
  • Libatkan anak dalam penghayatan karkter tokoh dengan cara menirukan arakter bersama-sama mereka
  • Tambahkan lagu-lagu jika perlu agar tercipta suasana senang dan  gembira
  • Pastin anak-anak tetap memperhatikan gambar dan ekspresi guru dengan baik
  • Apabila ada waktu dan dipandang perlu, susun kembali gambar di papan planel, dan mintalah anak-anak untuk menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri

INDIKATOR KEGAGALAN DALAM BERCERITA
  • Anak-anak gaduh, kurang memperhatikan, memiliki kesibukan sendiri, sibuk berbicara dengan teman, atau tidak menghiraukan guru
  • Anak-anak terlalu tegang, menangis ketakutan, berekasi terlalu berlebihan
  • Anak-anak memberikan reaksi verbal yang berisi penolakan
  • Anak-anak terlihat berpikir terlalu keras, terlihat tidak santai dan akhirnya jenuh
  • Anak-anak melihat kepada guru, diam ketika guru bercerita, tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan cerita, serta tidak mampu memberikan tanggapan apa-apa
  • Anak-anak keluar ruangan, melepaska diri dari arena cerita,berjalan-jaln, mengganggu teman. Sesekali melihat kepada guru kemudian ke aktivitas semula

MASALAH-MASALAH DALAM CERITA DAN MALPRAKTEK BERCERITA
  • Cerita Tuna Makna
  • Interpolasi dan Korupsi Berlebihan adaptasi yg akibatkan
  • Improvisasi Lepas Konteks
  • Efek Imitasi Negatif Cerita
  • Imajinasi Tak Terkendali.
Demikian ringkasan cara mendongeng atau bercerita yang mudah dan benar untuk PAUD, smoga brmanfaat. terimakasih.
Share:

Sabtu, 18 Juni 2016

MENGENAL ORGANISASI-ORGANISASI PAUD DI INDONESIA

PAUD--AnakBermainBelajar--- Untuk mendukung kemajuan dan meningkatkan mutu PAUD di Indonesia pemerintah bersama-sama masyarakat telah mendorong terbentuknya organisasi-organisasi PAUD yang berkiprah dalam khasanah Pendidikan Anak Usia dini di Indonesia. Secara garis besar Organisasi PAUD di kelompokkan menjadi dua yaitu organisasi PAUD secara formal dan organisasi  PAUD secara Non Formal. Tujuan Organisasi PAUD adalah untuk meningkatkan komunikasi dan pertukaran informasi diantara anggotanya, serta sebagai wahana untuk berkumpulnya ahli yang mempunyai komitmen yang sama bagi perkembangan PAUD. Organisasi PAUD terdiri dari dua bagian, yaitu: organisasi PAUD melalui jalur formal, yaitu kumpulan ahli atau pendidik ataupun pengelola yang menangani pendidikan PAUD melalui jalur formal. Organisasi tersebut diantaranya adalah IGTKI, GOP TKI,sedangkan organisasi PAUD melelui jalur nonformal adalah kumpulan ahli, pendidik, atau pengelola yang menangani PAUD melalui jalur nonformal, organisasi tersebut diantaranya adalah FORUM PAUD, KONSORSIUM PAUD, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia).

A. ORGANISASI PAUD PADA JALUR PENDIDIKAN FORMAL
 
Bermacam-macam bentuk organisasi yang mewadahi Taman Kanak Indonesia (GOP TKI), IGTKI ( Ikatan Guru Taman Kanak-KAnak Indonesia), IGTKI ( Ikatan Guru Taman KAnak-kanak Islam) dan IGRA ( IKatan Guru Raudhatul Athfal). Organisasi ini bernaung di bawah Departemen Pendidikan Nasional dan juga Departemen Agama.

Departemen Pendidikan Nasional adalah lembaga yang memfasilitasi pertemuan antara Organisasi GOP TKI dan IGTKI. Kejasama antara tiga komponen tersebut merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan kualiatas pendidikan anak usia dini dan juga sumber daya manusia khususnya pendidik dan tenaga pendidikan di Indonesia.

Beberapa bentuk organisasi PAUD yangyang termasuk dalam jalur formal dapat di uaraikan sebagai berikut.

1. Organisasi GOP TKI

Gabungan Organisai Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOP TKI) terdiri dari yayasan penyelenggara Taman KAnak-Kanak yang tergabung dalam lima belas organisasi besar di Indonesia antara lain : Aisiyah, Muslimat Nahdatul Ulama (NU), PERWARI, Wanita Islam, Taman Siswa dan sebagainya. Pembina Organisasi GOP TKI ini di antaranya ialah Menteri Pendidikan Nasional dan Departemen Dalam Negeri. Strktur organisasi GOP TKI terdiri dari Pembina, Dewan Pimpinan Pusat yang berlokasi di Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan PImpinan Cabang, dan Dewan Pimpinan Kecamatan.
Organisasi ini turut membantu Pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualiatas sumber daya manusia, dan kesejahteraan pendidikan tenaga kependidikan. Visi GOPTKI sebagai wadah pemersatu organisasi penyelenggara Taman KAnak-KAnak. Sedangkan misi GOPTKI adalah berupaya menjembatani antar penyelenggara Taman Kanak-Kanak  yang mempunyai kondisi dan kemampuan yang bervariasi, agar tercipta suatu standar baku dan keharmonisan dalam mengembangkan pendidikan.

2. IGTKI

Komponen yang kedua adalah Ikatan Guru Taman KAnak-Kanak Indonesia (IGTKI). Pembina organisasi IGTKI adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Visi  IGTKI adalah membentuk tenaga pendidik yang berkualitas. Misi dari organisasi ini antara lain adalah meleksanakan berbagai pelatihan, workshop dan seminar yang menunjang profesionalisme tenaga pendidik dan membentuk watak anak bangsa. Semua kegiatan IGTKI di arahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk anak-anak prasekolah.

3. IGRA  (Ikatan Guru Raudhatul Arhfal)

Hampir sama dengan IGTKI hanya saja IGRA ini khusus untuk para pengelola dan pendidik  Taman Kanak-Kanak Islam.  Kegiatannya membahas dan melaksanakan ajaran Islam di Taman Kanak-Kanak Islam. IGRA dalam kegiatannya di dukung dari Depag. AGRA selain berfungsi sebagai wadah bertemunya guru-guru Taman Kanak-Kanak Islam juga turut melatih dan menambah kemampuan guru-guru TK  Islam agar seakin berkualitas.

B. ORGANISASI PAUD PADA JALUR PENDIDIKAN NONFORMAL
 
Organisasi PAUD pada jalur nonformal terdiri dari Konsorsium, Forum PAUD dan HIMPAUDI. Organisasi ini di fasilitasi oleh pemerintah melalui lintas departmen seperti depaetemen Pendidikan, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan. PAUD di  laksanakan secara menyeluruh dan terpadu mencakup semua kegiatan yang memberikan pelayanan pendidikan, perbaikan gizi, dan pemeliharaan kesehatan anak. Oleh karena itu diperluksn kerjasama lintas instansi dan keterlibatan aktif dari para praktisi dan akademisi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pengendalian, hingga evaluasi penyelenggaraan program.

Dengan demikian perlu melibatkan instansi atau lembaga pemerintah maupun swasta, yang diwadahi oleh oleh organosasi konsorsium PAUD, Forum PAUD, HIMPAUDI. 

1. Konsorsium PAUD
 
Organisasi pertama yang di bentuk oleh DIrektorat PAUD adalah Konsorsim PAUD. Keberadaan Konsorsium PAUD memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pemerintah dalam pengembangan program PAUD jalur NonFormal. Hal ini mengingat anggota Konsorsium PAUD terdiri dari pakar, praktisi, akademisi dan birokrasi yang memiliki keahlian di bidang PAUD.

Berbagai karya nyata yang telah dihasilkan oleh Konsorsium PAUD antar a lain berupa : Menu Pembelajaran Generik PAUD. Pengembangan Bahan Belajar untu PAUD, Acuan Pembelajaran Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak,Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Modul Pembuatan Alat Permainan Edukatif, dll.

Konsorsium PAUD adalah sekelompok orang dari berbagai keahlian yang memebantu Depdiknas dalam hal ini Direktrat PAUD untuk memikirkan, menelaah, dan merumuskan program pebinaan PAUD yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan secara ilmiah dapat di pertanggungjawabkan. Tujuan umum di bentuknya konsorsium PAUD adalah memberikan masukan dan rekomendasi kepada Direktorat PAUD dalam melaksanakan pembinaan PAUD mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengembangan, dan evaluasi.
Keanggotaan konsorsium terdiri atas tenaga ahli di bidang PAUD, psikologi, dan bidang lain seperti ahli kesehatan, gizi, pembangunan masyarakat serta media pendidikan.

2. Forum PAUD

Forum PAUD adalah suatu wadah kerjasama untuk menyatukan visi, misi, langkah dan peran masing-masing anggota dalam rangka pengembangan AUD seutuhnya. Upaya yang dapat di lakukan Forum PAUD dalam perluasan layanan antara lain: (a) meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan pengembangan anak sejak usia dini serta perlunya layanan yang tepat; (b) meningkatkan kesadaran pemerintah, termasuk pemerintah daerah dan legislative untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam memperluas layanan, seperti misalnya mengeluarkan peraturan daerah dan menyediakan APBD; dan (c) meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama memperluas layana program, seperti pendirian lembaga PAUD atau peluncuran program yang memberikan akses layanan bagi anak usai dini. Dalam kaitannya dengan peningkatan mutu tenaga pendidikan melalui pelatihan dan peningkatan profesialisme tenaga pendidikan melalui organisasi profesi.

Forum PAUD mendirikan pusat Informasi dan Pelatihan PAUD. Sebagai upaya perluasan layanan dan peningkatan mutun layanan pendidikan dan pengembangan AUD, pusat ini sekaligus dapat dijadikan secretariat Forum PAUD. Adanya Pusat Informasi dan Pelatihan PAUD untuk mempermudah akses masyarakat dan pemerintah, juga akan meningkatkan kepercayaan kepercayaan berbagai pihak terhadap keberadaan dan kinerja Forum PAUD.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam forum PAUD diarahkan untuk peningkatan semua aspek pengembangan dan pengelolaan PAUD di mana program-program PAUD  dilaksanakan. Saling sharig antar pengelola dan pendidik PAUD tentang bagaimana penyelenggaraan PAUD yang terbaik juga dapat terjadi di forum ini. Sehingga terjadi pemerataan dan pembagian ilmu dan pengetahuan baru dalam pengelolaan PAUD yang lebih profesional.

3. HIMPAUDI

Banyak lembaga PAUD di daerah yang belum memiliki gedung, tenaga pendidik tersendiri yang khusus menangani lembaga tersebut, juga sarana dan prasarana lainnya ( seperti alat permainan edukatif) pun belum ada. Oleh sebab itu, lahirnya Organisasi Himpunan Pendidik dan Tenaga kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) yang bertujuan menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia dapat berperan sebagai mitra pemerintah dengan masyarakat.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 pasal 54, disebutkan bahwa penyelenggaraan pengelolaan satuan pendidikan harus dilaksanakan dengan mandiri, efektif, efisien, dan akuntabel.  Direktorat PTK-PNF mengemban misi antara lain mengupayakan pemerataan layanan peningkatan mut Pendidik dan Tenag a Kependidikan Pendidikan Non Formal, sahingga dapat mengelola dan menyelenggaraka n program peningkatan mutu PTK PNF khususnya pendidik PAUD pada jalur pendidikan non formal.

Karena PAUD sebagai jenjang pendidikan yang sangat penting dalam mempersiapkan anak untuk mengikuti pendidikan dasar dan perlu di kelola secara efektif dan efisien. Maka dari itu pendidik PAUD di tuntut untuk dapat memenuhi kebutuhan perkembangan masyarakat dan memiliki kemampuan teknis yang handal sehingga dapat memberikan kontribusi bagi penyelenggara program  PAUD yang berkualitas. Sampai saat ini dibuat diberbagai propinsi sudah terbentuk HIMPAUDI lengkap dengan kepengurusannya.   

Demikianlah tentang organisasi PAUD di Indonesia, semoga bermanfaat, terimakasih atas kunjungannya keblog PAUD-AnakbermainBelajar ini. Wassalam...
Share:

Kamis, 16 Juni 2016

INILAH PENTINGNYA PAUD MENURUT AJARAN ISLAM !

PAUD-Anakbermainbelajar---Mendidik anak dalam Islam harus didasarkan pada petunjuk dari Allah, yaitu Al-Quran, karena Al-Qur’an tidak hanya membahas tentang kewajiban anak kepada orang tua, namun juga kewajiban orang tua kepada anaknya. Kegiatan mendidik adalah proses pembiasaan hal hal yang baik kepada peserta didik melalui contoh konkrit yang terpadu dalam kehidupan keseharian. Proses tersebut sebagai upaya mempersiapkan peserta didik agar menjadi dirinya sendiri yang mampu hidup dinamis pada zaman nya kelak, sehingga nantinya akan bermanfaat bagi seluruh umat manusia (Syaykh Al-Zaytun).

Pemerintah sekarang ini terus memasyarakatkan kepada seluruh warga Negara tentang penting nya pelaksanaan program peningkatan pendidik bagi anak anak usia dini. Walaupun dimasyarakat masih terdapat para orang tua yang kurang memperhatikan hal tersebut, namun ajaran islam sangat memperhatikan sangat memperhatikan pendidikan usia dini. Cobalah perhatikan, sewaktu ibu hamil, dianjurkan kepada ibu untuk rajin melakukan ibadah mabdob, membaca ayat ayat suci Al-Qur’an, serta yang berprilaku yang baik, karena semua nya itu berpengaruh pada sifat dan prilaku anak yang akan lahir nanti.

Ketika anak nya lahir, sebagai umat Islam mengalurkan adzan dan qomat ditelinga kana dan kiri sang bayi dengan harapan pada qalbu bayi itu tertanam makna makna yang terkandung pada adzan dan qomat itu. Setelah bayi itu menjadi anak anak,  ibu mengajari anak nya yang masih berusia dini membaca ayat suci Al-Qur’an, selepas magrib, Ayahpun mengajarinya tatacara sholat, lalu mengajak anaknya sholat berjamaah baik dirumah maupun dimesjid agar setelah dewasa terbiasa melaksanakannya.

Imam Syafei

Dengan demikian, bagi umat islam pendidikan terhadap anak anak usia dini bukan lah aneh, tetapi biasa dilaksanakan dari generasi ke generasi. Sebagai inisial, seorang ulama terkenal Imam Syafei yang lahir tahun 774M/150 H di Gaja Palestina, sejak kecil sudah yatim. Pada usia 2 tahun ia dibawa ibunya kepada seorang guru di Mekah untuk didik. Hasilnya, dalam usia 7 tahun beliau sudah hafal Al-Qur’an dengan bacaan yang fasih pula. Demikian ditulis dalam kitab “Al-Arobiyah li Al-Naasyiin”.

Ibu Imam Syefei sudah mengerti tentang arti pentingnya pendidikan yang diberikan kepada anaknya pada usia dini. Kesadaran itu tunbuh pada diri sang ibu karena memang islam memerintahkan bagi umatnya untuk mencari ilmu sepanjang masa, sesuai hadits “Carilah ilmu sejak dalam buaian sampai masuk keliang lahat”.
Dengan bekal ilmu yang diraih pada usia dini, Imam Syafei menjadi orang yang tekun dalam mencari dan mengembangkan ilmu, serta rajin membaca dan menulis. Salah satu karangannya adalah kitab Al-Um yang ditulisnya dalam tujuh jilid. Kitab yang berisi pandangan pandangannya dalam berbagai permasalahan agama islam itu, sekarang tersebar diseluruh dunia islam. Beliau terkenal sehingga ajaran yang dikembangkan pun menjadi salah satu mazhab yang diikuti banyak orang diberbagai belahan bumi termasuk diindonesia.

Pentingnya Ilmu

Allah SWT berfirman :” Wa Allah akhrojanum min butbuuni ummabatiikum la ta’lamuuna laa ta’lammuna syaian wa ja’ ala lakum al-sam’a wa al-abshar wa al-afidiat la’allakum tasykruun” yang artinya Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia member kamu pendengaran, penglihatan dan had, agar kamu bersyukur (QS Al-Nahl ayat 78).

Pendengaran, penglihatan dan hati yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia perlu disyukuri sebab dengan ketiga unsure tersebut kita akan dapat merasakan, khayalan dan mempelajari semua semua fenomena alam, serta bisa ikut serta dalam proses pendididkan, meanggapi dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Proses belajar menghasilkan tiga pembentukan pembentukan kemampuan yang dikenal dengan taxonomy bloon yaitu kemampuan kognitif, efektif dan psikomotorik. Kognitif berkaitam demgan penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan perpanduan factor pembawaan dan pengaruh lingkungan. Afektif berkaitan dengan penguasaa nilai dan sikap. Sedangkan psikomotorik berkaitan dengan kemampuan melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melalukan kegiatan.

Pendidikan Anak Usia Dini
 
Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.Pada abad 8 saja ibunya Imam Syafei terlah memberikan pendidikan kepada anak di usia dini, merupakan suatu kewajaran diabad 20 dan 21 ini dunia menggaris bawahi kembali pentingnya pendidikan anak usia dini.

Menteri Pendidikan dari 179 negara dalam pertemuan di Jomden Thailand tahun 1990 telah menyepakati program Education for all (EFA) yaitu pendidikan bagi semua orang sepanjang masa. Kemudian tahun 2000 pada pertemuan di Dakar Senegal lahir “Deklarasi Dakar” berupa komitmen bersama mengenai kerangka aksi Education for all yang salah satu butirnya menyatakan perlunya segera memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara komprehensif. Kemudahan-kemudahan kepada semua warga Negara yang berkeinginan mewujudkan sebuah yayasan untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang ditujukan guna mendidik anak-lanak usia dini, baik kemudahan dalam keuangan maupun dalam fasilitas yang lain.

Masyarakat juga perlu diberikan motivasi supaya mau dan mampu meningkatkan partisipasinya dalam penyediaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan untuk anak usia dini, serta meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam mendidik anak-anak mereka yang masih berusia dini, baik pada jalur formal, non-formal maupun informal.
Bantuan dan kemudahans-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan anak usia dini, memberikan rasa optimis bahwa upaya-upaya untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, dapat dilaksanakan. Pendidikan anak usia dini merupakan investasi yang tak ternilai harganya bagi generasi masa depan bangsa.

Apabila kita ingin kelak anak kita tumbuh dengan baik jasmani dan jiwanya, menuju ke arah hidup bahagia, dapat membahagiakan orang lain, jujur, benar, adil serta berbudi pekerti luhur. Maka kita harus menanamkan pribadi yang taqwa kepada anak sejak usia dini. Karena kita ketahui salah satu unsur kepribadian adalah keyakinan diri dalam agama Islam tertanam dengan rasa keimanan. Karena hanya dengan keimanan inilah manusia akan menjadi dirinya yang lebih baik.

Demikianlah pentingnya PAUD dalam ajaran Islam, semoga dapat kita kembangkan dalam pendidikan anak-anak kita generasi penerus bangsa, serta manfaatnya dan barokahnya kita dapatkan, masalah berhasil dan tidaknya kita serahkan hanya kepada Allah Subhanallahu wata'ala yang mengetahuinya. Waallahu a'lamu bishowab.

Wassalam.........
Share:

Rabu, 01 Juni 2016

INILAH DAFTAR GAME BERBAHAYA BAGI ANAK PAUD YANG DIBLOKIR PEMERINTAH

PAUD-Anakbermainbelajar--- Hampir seminggu ini pemberitaan mengenai 15 games online yang diblokir oleh Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) bekerja sama dengan Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) ramai wara-wiri di dunia maya. Bagi saya yang notabene sebagai orangtua, tentu hal ini menjadi kabar gembira.

Hal ini dipertegas oleh Erlinda, Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui perbincangan telepon dengan Mommies Daily. “Bahwa KPAI mendukung pemblokiran sejumlah games oleh Kemendikbud dan Kemenkominfo, dalam rangka menyelamatkan anak-anak Indonesia, karena games tersebut mengandung kekerasan dan pornografi. Ada 22 games yang masuk daftar diblokir, 15 di antaranya sudah diblokir – 7 lainnya dalam proses,” jelas Erliandi.

Berikut ini daftar 15 games online yang resmi diblokir oleh Kemendikbud dan Kemenkominfo:
  1. Grand Theft Auto (GTA)
  2. Mortal Combat
  3. Point Blank
  4. Counter Strike
  5. World of Warcraft
  6. Call of Duty
  7. Cross Fire
  8. War Rock
  9. Future Cop
  10. Carmageddon
  11. Shelshock
  12. Raising Force
  13. Atlantica
  14. Bully
  15. Conflict of Vietnam
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI kini juga sedang mendesak Kemendikbud untuk aktif mendorong pengerjaan game-game yang ddukatif untuk melawan game-game yang dianggap berbahaya.

KPAI juga mengingatkan agar anak-anak harus dilindungi dari tayangan dan permainan yang merusak dan berdampak buruk bagi perkembangan anak dari segi intelektual maupun spiritual.

Dampak Buruk Kecanduan Game

1. Perilaku Negatif
2. Tidak Peka Sosial
3. Menganggu Kesehatan
4. Gangguan Emosi
5. Mengalami Obsesi
6. Mendorong Ketidakjujuran
7. Tidak Mampu Mengendalikan Diri
8. Mempengaruhi Otak

Sebagian besar dari daftar game versi Kemendikbud adalah game yang telah lama beredar dan peredaran game memang sedari awal telah memiliki rating game sendiri yang bertujuan untuk membatasi dan juga memberi tahu tingkatan dari jenis game tersebut.

Bila pembatasan game pada anak dilakukan dengan cara pemblokiran yang akan menjadi pertanyaan adalah adanya penggunaan rating pada game yang tidak mempunyai fungsi tersendiri?

Lalu bagaimana dengan sinetron remaja yang saat ini berjejalan di televisi? Adegan perkelahian, gank, percintaan dan berbagai tindakan yang tidak patut ditiru melenggang bebas di televisi yang notabene lebih mudah dilihat oleh anak-anak Indonesia.
 
Apa yang bisa kita perbuat?


Ke depannya Erlinda mengingatkan, agar semua elemen masyarakat bisa berperan aktif melaporkan games-games yang disinyalir mengandung unsur kekerasan, pornografi  atau unsur lainnya yang tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Caranya? Mommies bisa memanfaatkan aplikasi Pandawa Care (Perlindungan Anak dan Keluarga Indonesia)  – yang saat ini untuk sementara bisa diunduh di Google Play, dan menyusul untuk iOS.

Aplikasi ini tidak hanya untuk pengaduan games-games yang tidak layak konsumsi untuk anak-anak, tapi juga bisa digunakan si anak itu sendiri untuk melaporkan kejadian yang sedang mengancam keselamatan dirinya. Caranya dengan menekan “panic button” yang secara otomatis bisa terhubung dengan nomor-nomor keluarga dari si anak. 


Sumber
www.harianbernas.com/berita-15093-Inilah-Daftar-15-Game-Berbahaya
suryamalang.tribunnews.com/.../video-inilah-daftar-15-game-berbahaya-..
Share:

Rabu, 18 Mei 2016

CARA MUDAH MENGECEK DATA DAN STATUS TERBARU LEMBAGA PAUD KITA

PAUD-Anakbermainbelajar---Pentingnya data lembaga PAUD yang lengkap untuk dipergunakan diberbagai keperluan khususnya terkait dengan dapodik dan tunjungan guru pendidik,  karena sesuai dengan surat Edaran Ditjen GTK tentang penggunaan Dapodik sebagai pencairan tunjangan bahwa mulai saat ini baik SD, SMP, SMA-SMK bahkan PAUD telah dilakukan integrasi antara aplikasi Dapodik dengan aplikasi Sistem Tunjangan (Simtum) Ditjen GTK. Maka dari itu pada lembaga satuan pendidikan khususnya setiap Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib mengecek data masing-masing melalui lembar Info GTK. Data yang terdapat dalam lembar info GTK ini merupakan hasil dari pengiriman data (sinkronisasi) Operator lembaga/Sekolah.

Cara mudah dan ringkas untuk masuk Masuk Ke Website  kementrian Pendidikan dan Kebudayaan referensi data kemendikbud untuk mengetahui data dan status terbaru lembaga PAUD kita bagi GTK dan Kepala Sekolah, Pengelola PAUD di seluruh Indonesia, seperti berikut ini:

Kunjungi situsnya DATA REFERENSI KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN di: http://referensi.data.kemdikbud.go.id/


Pilih/ Klik Data Master pendidikan pilih PAUD :


Akan terlihat halaman jumlah data satuan pendidikan (sekolah) anak usia dini Per Propinsi, silakan dipilih/klik Nama Propinsi (berwarna merah), jelajahi data sesuai dengan propinsi-kota/kabupaten, dimana lembaga PAUD anda berada.


Untuk mengetahui profil lengkap dan status lembaga yang telah singkron sesuai dengan kondisi wilayah dimana lembaga PAUD tersebut. berada, dapat dilihat pada situs atau Masuk Ke Website Sekolah Kita berikut ini di http://sekolah.data.kemdikbud.go.id

Demikianlah Cara mudah dan ringkas untuk masuk Masuk Ke Website  kementrian Pendidikan dan Kebudayaan referensi data kemendikbud untuk mengetahui data dan status terbaru lembaga PAUD kita. Semoga bermanfaat. Terimakasih terlah menjadi pengunjung setia blog anak-anakbermainbelajar ini, silakan melihat-lihat artikel menarik kami yang lainnya, untuk berlangganan dapat via email di link dibawah ini...wassalam.
Share:

TEMPAT DI PALU LOMBA APRESIASI GTK PAUD DAN DIKMAS BERPRESTASI TK NASIONAL 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---Kegiatan lomba Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS berprestasi TK Nasional tahun 2016, yang acaranya akan dilaksanakan di kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah dari tanggal 22 s.d 28 Mei 2016.

Tempat penginapan peserta Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2016 ini dibagi menjadi 4 (Empat) lokasi, yaitu :

    1. Sutan Raja Hotel & Convention, 

    Google Map

    Jl. Abdurahman Saleh No. 45, Palu, Sulteng. 
    Tempat Untuk Jenis Lomba GTK : Pengelola PKBM, Pengelola PKBM, Pengelola TBM, Pengelola LKP, dan Kepala SKB.


    2. Swissbell Hotel

    Google Map

    Jl. Malonda No.12 Silae, Palu, Sulteng. 
    Tempat Untuk Jenis Lomba GTK : Guru KB/TPA/SPS, Pengelola KB/TPA/SPS, Pamong Belajar, dan Penilik.


    3. Hotel Santika Palu
    Google Map
    Jl. Moh. Hatta No.18 Untuk Palu, Sulteng. 
    Tempat untuk Jenis Lomba GTK : Tutor Pendidikan Keaksaraan, Tutor Paket A, Tutor Paket B, dan Tutor Paket C.


    4. Mercure Palu Hotel 
    Google Map

    Jl. Cumi-cumi No.8 Lere Palu Barat, Sulteng. 
    Tempat Untuk Jenis Lomba GTK : Instruktur Kursus Tata Rias Pengantin, Instruktur Kursus Tata Busana, Instruktur Kursus Tata Kecantikan Rambut, Instruktur Kursus Komputer, Paduan Suara, dan Senam Poco-poco Nusantara.

    Kegiatan Lomba atau seleksi GTK PAUD dan DIKMAS tersebut dilaksanakan di masing-masing hotel tersebut di atas.  

    Selamat berlomba kepada seluruh peserta, harap diperhatikan jadwal dan tempat seleksi dan tempat menginap di atas, jangan sampai salah tempat menginapnya ya. Terima kasih..sukses selalu.

    Buat para peserta, pendamping dan penggembira yang lagi nyari-nyari tempat lomba,  lomba Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS berprestasi TK Nasional tahun 2016.

    Sumber gambar :Google Map; https://www.google.co.id/maps/ 
    Share:
    Copyright © ANAK PAUD BERMAIN BELAJAR | Powered by Blogger