Lagu anak PAUD TK, Lagu pembelajaran PAUD

Senin, 17 Agustus 2015

HARUS BERSUKUR MEMILIKI ANAK YANG NAKAL ?

Bunda, saat kita memiliki anak yang kerap berperilaku yang dianggap nakal, sering kali membuat orangtua gelisah, resah dan merasa lelah menghadapi dan mengatasinya. Kadang banyak orang tua yang merasa frustasi dengan tingkah laku anak-anak mereka yang tidak penurut, dan selalu menunjukan sikap aktif yang berlebihan.

Namun tahukah bunda?, ternyata dibalik perilaku dan sikap nakal anak tersebut tenyata memiliki sisi positif yang kelak akan menjadi pendukung kesuksesan anak ketika ia beranjak dewasa kelak. Apa pasal?

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Developmental Psychology, anak-anak yang susah diatur saat kecil nantinya memiliki penghasilan lebih tinggi saat dewasa ketimbang anak-anak yang penurut.

Penelitian dilakukan oleh para ahli dari University of Luxembourg, University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan Free University of Berlin di Jerman.

Pada tahap pertama, para peneliti melakukan pengamatan dan pengujian terhadap sekelompok anak berusia 12 tahun pada tahun 1968.

Pengamatan dan pengujian tersebut dilakukan terhadap 745 orang anak-anak.

Adapun beberapa aspek yang diteliti antara lain kecerdasan, perilaku, dan status sosio-ekonomi.

Lalu, 40 tahun kemudian, yakni pada tahun 2008, para peneliti kembali mengevaluasi individu-individu tersebut guna mengetahui apakah perilaku mereka saat kanak-kanak bisa menjadi pantulan mengenai seperti apa masa depan mereka?

Secara mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa para individu yang menunjukkan perilaku nakal saat kanak-kanak cenderung lebih sukses dan berhasil dalam kariernya.

Mereka yang acap kali melanggar peraturan dan melawan otoritas, seperti orangtua dan guru, tumbuh dewasa dengan jenjang karier yang cemerlang dan berpenghasilan tinggi.

Lalu, apa sebenarnya penjelasan yang mampu menyimpulkan hasil penelitian yang menarik ini?

Menurut para peneliti dalam laporan mereka, penjelasan yang paling sederhana untuk hasil penelitian tersebut adalah bahwa sifat menantang dapat membuat individu lebih gesit dalam mencari peluang dan kerja yang memberikan penghasilan besar.

Selain itu, anak-anak yang semasa kecilnya sering memberontak dan nakal, ternyata memiliki luapan semangat untuk membuktikan bahwa mereka bisa memiliki kehidupan yang sukses.

Nah, mulai kini Anda harus memperhatikan perilaku buah hati Anda secara cermat.

Jadi, apabila si kecil memperlihatkan perilaku galak dan nakal, jangan langsung panik dan mendisiplinkan dengan gaya otoriter.

Sebaiknya, pertebal kesabaran Anda untuk memberikan penjelasan yang dapat diterima anak terkait perilakunya tersebut.

Secara bijak, komunikasikan pada anak perilaku yang sesuai dan layak di lingkungan sosial.

Selain hal-hal di atas penumbuhan nilai-nilai budi pekerti, dengan penanaman nilai-nilai melalui pendidikan karakter menjadi sangat penting. Karena dengan nilai-nilai budi pekerti yang baik maka anak akan dapat memahami dan menjalani hidupnya dengan lebih santun dan penuh dengan tata krama sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakatnya.

Sumber !
Share:

Minggu, 16 Agustus 2015

ARTI DAN PENGERTIAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PAUD-NI

Guru, tenaga Pendidik, tenaga Kependidikan, PTK-PAUDNI
Kemaren dalam diskusi di pertemuan Gugus PAUD ada pertanyaan dari salah satu peserta Pertemuan (Pendidik PAUD). Bunda ini selain sebagai pendidik PAUD, dia juga mengajar sebagai tutor di sebuah PKBM sebagai tutor Kejar Paket B Setara SMP. Bunda bertanya tentang apa yang dimaksud dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam PAUDNI atau disebut juga PTK-PAUD-NI, PTK-PAUDPNFI itu?, dalam pertemuan yang rasanya terlalu singkat tersebut, belum sempat kita uraikan mengenai PTK_PAUDPNFI-NI tersebut, untuk lebih jelasnya, jadi bunda dapat menyimak saja artikelnya seperti berikut ini :

Filosofi

Belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal. Belajar sepanjang hayat berasumsi bahwa proses belajar terjadi seumur hidup walaupun dengan cara yang berbeda dan proses yang berbeda. Khususnya pada anak usia dini lingkungan selalu berpengaruh terhadap perkembangan anak, khususnya pada anak kecil.

Kondisi lingkungan dapat terjadi anak mengalami hambatan dalam perkembangannya atau bahkan mengalami penyimpangan perkembangan, baik dalam aspek kognitif, emosi, sosial, spiritual maupun fisik. Karenanya pendidik/guru dan orangtua dituntut untuk dapat memahami kondisi anak serta memberikan perlakuan khusus pada anak supaya tidak timbul trauma yang berkepanjangan.

Dalam kondisi seperti ini stimulasi yang diberikan pada anak harus sangat hati-hati. Artinya program harus memperhatikan kondisi psikologis anak baik untuk tujuan stimulasi, waktu stimulasi, aspek yang distimulasi maupun media yang akan digunakan untuk menstimulasi. Uraian di atas menguatkan pendapat bahwa pendidikan dan stimulasi anak seharusnya dilakukan secara utuh dan holistik.

Konsep ini didasarkan pada pandangan bahwa setiap pendidik anak harus memperhatikan tumbuh kembang dan kebutuhan anak, situasi serta latar belakang anak dan ada kerja sama yang kondusif antar berbagai instansi terkait.

Pengertian Holistik mengandung arti seluruh sistem yang melengkapi proses tumbuh kembang anak, berpusat dan terintegrasi pada PAUD yang berorientasi untuk kepentingan terbaik bagi anak. Anak tumbuh dan berkembang dalam suatu proses yang komplek, dinamis, dalam lingkungan dimana anak secara aktif berinteraksi dengan lingkungan yang terjadi secara sistematik konstektual.

Pendidikan anak usia dini sebagai awal dari perkembangan seorang manusia menempati fase utama. Pada masa ini disebut sebagai golden age dan penanganannya memerlukan strategi, metode, serta program yang sistematis dan kontinyu.

Pendidikan ini akan memberi landasaan awal anak untuk mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan di masa golden age serta menginternalisasikan dan membiasakan karakter bangsa yang akan digunakan sebagai kemampuan dan perilaku yang berkarakter untuk memasuki tingkat pendidikan selanjutnya.

Pengembangan (pemberdayaan dan tumbuh–kembangkan) pribadi bukannya pembentukan pribadi, jadi tidak membentuk kepribadian baru dan mengubah bakat dasar anak ( Prof.Dr. Retno S. Sudibyo, M.Sc. Apt, )

Layanan pendidikan nonformal dan informal bertujuan untuk mendapatkan layanan pendidikan yang tidak diperoleh dari pendidikan formal, mengatasi dari kemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, meningkatkan keahlian, mengembangkan kepribadian atau untuk beberapa tujuan lainnya (Cropley, 1972).

Dengan pemaknaan seperti itu maka keberadaan pendidikan nonformal dan informal dapat memainkan peran sebagai pengganti (substitute), pelengkap (complement), dan/atau penambah (suplement), dan yang diselenggarakan pendidikan formal. Pendidikan informal merupakan pendidikan dikeluarga dan di lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Filosofi tersebut di atas, telah menempatkan PAUDNI pada posisi strategis dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional. Filosofi tersebut menjadikan PAUD memiliki karakteristik tersendiri yang unik dan spesifik sehingga sangat berbeda dengan karakteristik pendidikan formal.

Keunikan PAUDNI tersebut dapat disimak dari penjelasan Sudjana (2000) yang mengidentifikasi karakteristik pendidikan nonformal dari lima 5 perspektif yakni: pertama, ditinjau dari tujuannya, pendidikan nonformal bersifat jangka pendek dan khusus, serta kurang menekankan pada ijazah. Kedua, ditinjau dari waktunya, relatif singkat, lebih menekankan pada masa sekarang dan menggunakan waktu tidak terus menerus. Ketiga, ditinjau dari isi programnya, kurikulum berpusat pada kepentingan warga belajar, mengutamakan penerapan. Keempat, ditinjau dari proses pembelajarannya, pendidikan nonformal dipusatkan di lingkungan masyarakat, berkaitan dengan kehidupan warga belajar dan masyarakat, dan kelima, ditinjau dari aspek pengendaliannya, dikendalikan secara bersama-sama oleh pelaksana program dan warga belajar, serta mengutamakan pendekatan demokratis.
 
Jenis dan Kondisi Sasaran PTK PAUDNI
Ruang lingkup yang menjadi sasaran program pembinaan dalam rangka peningkatan mutu PTK PAUDNI meliputi:


a. Pendidik PAUDNI

Pendidik PAUDNI adalah anggota masyarakat yang memiliki tugas dan kewenangan dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan.

Pendidik pada PAUDNI ini meliputi:

Pamong Belajar, yaitu Pegawai Negeri Sipil yang berstatus sebagai tenaga fungsional dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, pengembangan model pembelajaran serta penilaian hasil pembelajaran pendidikan nonformal dan informal.

Tenaga Pendidik_Pamong Belajar
Pamong Belajar SKB

Pendidik PAUD yaitu pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada satuan pendidikan anak usia dini.
 
Pendidik PAUD

Tutor Pendidikan Keaksaraan yaitu pendidik yang berasal dari masyarakat yang bertugas dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi proses pembelajaran pada pendidikan keaksaraan.
Tutor Paket A B C, Pendidik Keaksaraan, Tutor sebaya
Tutor Pendidikan Keaksaraan
Fasilitator Desa Intensif (FDI), yaitu tenaga kontrak berpendidikan sarjana yang bertugas memberikan layanan PAUDNI yang merata dan berkualitas, terutama bagi masyarakat yang bermukim di desa-desa dengan kategori terpencil dan tertinggal.
 
FDI - TLD PAUDNI
 
Instruktur kursus dan pelatihan yaitu pendidik yang direkrut oleh lembaga kursus berdasarkan keahlian dan kompetensinya.

Instruktur Kursus dan Pelatihan
 
Pembina Pramuka, yaitu pendidik profesional dengan tugas utama merencanakan dan melaksanaan pembinaan pramuka pada satuan PAUDNI.

b. Tenaga Kependidikan PAUDNI

Tenaga kependidikan PAUDNI adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan program PAUDNI yang bertugas melaksanakan administrasi pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan PAUDNI.

Tenaga Kependidikan PAUDNI meliputi:

Penilik, yaitu Pegawai Negeri Sipil yang berstatus sebagai tenaga fungsional yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUDNI.

Tenaga Lapangan Dikmas (TLD), yaitu tenaga yang berstatus sebagai tenaga kontrak dengan latar pendidikan sarjana, yang bertugas mendukung penyelenggaraan program PAUDNI di kabupaten/kota.
Pengelola/Penyelenggara Satuan PAUDNI, yaitu tenaga yang melakukan pengorganisasian kegiatan pada suatu kelompok tertentu guna menyelenggarakan satu atau beberapa program PAUDNI.

Tenaga Administrasi, yaitu tenaga yang diberi tugas dan kewenangan menyelenggarakan tertib administratif pada satuan PAUDNI.

Tenaga Perpustakaan/Pustakawan, yaitu tenaga yang diberi tugas dan kewenangan menyelenggarakan/mengelola serta memberikan pelayanan pada lembaga/unit perpustakaan/taman bacaan masyarakat.

Nara Sumber Teknis, yaitu tenaga yang memiliki kompetensi dan sertifikasi pada bidang keterampilan tertentu, serta dilibatkan dalam upaya peningkatan kemampuan sasaran program PAUDNI pada satuan pendidikan.

Laboran yaitu tenaga yang diberi tugas dan kewenangan untuk mengelola laboratorium praktik pada satuan PAUDNI.

Source: http://paudni.kemdikbud.go.id/
Share:

Minggu, 02 Agustus 2015

DOWNLOAD JUKNIS PAUD DAN BANTUAN 2015

Download Juknis Bantuan Opersional Penyelenggaraan (BOP) PAUD 2015 - Download Di sini !!

Download Juknis Petunjuk Terknis Bantuan PAUD Pasca Bencana Tahun 2015 - Download Di sini !!

Download Juknis Apresiasi Bunda PAUD 2015 - Download Di sini !!

Download Juknis Apresiasi Gugus PAUD 2015 - Download Di sini !!

Download Bahan-bahan PAUD Lainnya -  Di Sini - atau - Download Di Sini !!
Share:

PENUMBUHAN BUDI PEKERTI, ALUR PEMBUDAYAAN DAN KEGIATAN SEHARI-HARI DI SEKOLAH

Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam mengembangkan potensi manusia yang beriman. Hal itu sesuai dengan UU SISDIKNAS No. 20Tahun 2003 yang mengatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” 

Tujuan untuk mengembangkan peserta didik (Anak PAUD) dapat dilakukan melalui proses pendidikan, salah satunya dilakukan melalui sekolah. Sekolah adalah suatu lembaga yang menjalankan proses pendidikan dengan memberikan pengajaran kepada siswa-siswanya. 

Usaha pendidikan di sekolah merupakan kelanjutan pendidikan dalam keluarga. Sekolah juga merupakan lembaga di mana terjadi proses sosialisasi kedua setelah keluarga sehingga mempengaruhi pribadi anak dan perkembangan sosialnya dan diselenggarakan secara formal dan Nonformal. Proses sosialisasi nilai-nilai dan karakter di sekolah menjadi sangat penting karena berkaitan dengan penumbuhan budi pekerti luhur.

Berikut langkah-langkah mengapa pembiasaan itu menjadi penting dalam kaitannya dengan penumbuhan budi pekerti tersebut seperti yang dikembangkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai berikut :




Alur Pembudayaan :
Penumbuhan_Budi_Pekerti

Kegiatan Sehari-hari Di Sekolah :



Nilai-nila / Budi pekerti luhur yang diharapkan dapat tumbuh mencakup antara lain : 



Sumber : www.kemendikbud go.id
Share:

Senin, 27 Juli 2015

CARA MENGHITUNG RUMUS APM DAN APK PAUD



RUMUS APM (Angka Partisipasi Murni)
APM (SM) SMA/SMK/MA =  
APM (SLTP) SMP/MTS =  
APM (DIKDAS) SD/MI =   
APM PAUD  =   



RUMUS APK (Angka Partisipasi Kasar)
APK (SM) SMA/SMK/MA =  
APK (SLTP) SMP/MTS =  
APK (DIKDAS) SD/MI =   
APK PAUD  =   

Cara menghitung dengan Rumus untuk mengetahui APM = PAUD Angka Partisipasi Murni  PAUD dan APK PAUD = Angka Partisipasi Kasar PAUD

http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

Share:

Minggu, 26 Juli 2015

TINJAUAN RELIGI TENTANG PENTINGNYA PAUD

Di Indonesia yang berBhenika Tunggal Ika ini memiliki kemajemukan yang luas termasuk dalam pandangan agama dan keyakinannya yang berbeda-beda. Indonesia sangat menghargai pandangan agama yang dianut warga negaranya. Di Indonesia kehidupan beragama merupakan azasi dan kebutuhan dasar. Setiap tindakan dan perilaku banyak dilandaskan pada ajaran agama yang diakui di Indonesia. Secara definitif terdapat enam keyakinan agama yang tersebar di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha dan Konfusius.

Meskipun secara keyakinan terdapat keragaman, namun setiap agama yang ada di Indonesia memiliki keselarasan dalam cara memandang pendidikan anak. Pertama setiap agama pada dasarnya mengedepankan pentingnya generasi terbaik (umat) yang dapat menjalani hidup secara berkualitas dan diberi amanah untuk mengelola dunia atau pembangunan (rahmatan lil alamin), Kedua setiap agama mengajak dan menganjurkan agar penyiapan generasi dilakukan sedini mungkin, dibekali dengan kemampuan yang lengkap (utuh) serta difasilitasi dengan rasa tanggung jawab dan kasih sayang tulus, dan ketiga agama memang mewajibkan pendidikan keimanan dan akhlak mulia sebagai landasan pendidikan pertama dan utama kepada setiap anak.

Karena itu dalam kegiatan program PAUD yang juga berbasis karakter mengedepankan pembelajaran yang mengusung nilai-nilai kegamaan, sebagai suatu upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang sangat baik kepada anak sejak usia dini.

Sumber: Buku Kerangka Besar Pembangunan PAUD Indonesia Periode 2011-2015 Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal, dan Informal, Kementrian Pendidikan Nasional 2011.
Share:

Kamis, 23 Juli 2015

RENUNGAN HARI ANAK NASIONAL (HAN) DAN MASALAHNYA DI INDONESIA

Hari Anak Nasional (HAN) yang kita peringati setiap tanggal 23 Juli merupakan saat tepat untuk merenungkan problematika anak Indonesia dan mengambil langkah nyata guna memperbaiki kondisi saat ini. Hingga kini, ada lima masalah besar yang masih dihadapi anak Indonesia yaitu :
  1. Pelanggaran  terhadap Hak-hak anak yang semakin menjadi-jadi,
  2. Tingginya angka kematian ibu melahirkan,
  3. Masih tingginya angka kematian bayi dan balita,
  4. Faktor gizi  yang kurang terutama pada balita dan,
  5. Masih tingginya angka putus sekolah.
Bagaimanakah nasib anak-anak kita ?, bagaimanakan PR masalah tersebut, apakah sudah bisa kita atasi ?, sudahkah kita semua menyadari pentingnya Pendidikan Bagi anak-anak kita? dan segudang pertanyaan lainnya harus kita renungkan secara mendalam pada hari untuk anak ini.
Share:
Copyright © ANAK PAUD BERMAIN BELAJAR | Powered by Blogger